Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pemikiran

#1 Catatan Kuliah Konflik

   Tujuan Jadi dalam tulisan kali ini beta ingin membagikan cerita mengapa beta memilih melanjutkan studi magister di bidang resolusi konflik.  Ini dimulai saat beta masih kecil di Ambon. Saat itu Konflik Kemanusiaan Ambon 1999 terjadi. Konflik yang mengambil seluruh masa kecil setiap anak-anak di Ambon masa itu. Bukan cuma anak-anak, tetapi juga semua lapisan masyarakat Ambon dan sekitarnya. Saat itu banyak hal buruk terjadi. Mulai dari api dendam yang melahap rumah-rumah harapan dan hati anak-anak harapan. Hampir setiap hari sungai mengalir dari mata air di pipi-pipi manis anak-anak sampai orang tetua. Takut, lari, takut, lari, mata air mengalir sembari dikejar peluru. Begitu saja sampai asa menjadi hilang dan tak berdaya. Sebagai anak yang masih sangat belia, semua hal ini tentu menjadi mimpi buruk yang menghampiri setiap malam. Meski begitu dekapan mama selalu menenangkan.  Singkat cerita, suatu waktu beta melewati daerah Karang Panjang, tepatnya di samping gerej...

Hujan di Negeri Amboinakanda

Jadi hari ini hujan turun di Amboninakanda. Para Babi, Anjing, Tikus, dan hewan lain yang tinggal di sana setiap hari mengeluh tentang hujan. Babi dan Anjing sedang duduk di tongkrongan sembari memperhatikan hujan deras yang sedang membasahi imub. Ada satu Babi bilang begini: "Haduhh, hujan ini turun terus, tidak cape sama sekali. Jengkel e!"  "Iya, Bi e." Sahut Anjing. Babi pun berkata: "Tapi beta pikir-pikir, hujan ini turun terus, apa karena negeri kita berdosa atau memang imub sudah tambah panas." Anjing menjawab: "Kawan e, beta juga tidak tahu. Yang beta tahu, beta hati sama seperti hujan ini... galau terus. Di luar terlihat baik-baik, tapi di dalam beta tersiksa mati, karena Nona sudah pergi. Katanya dia mau kejar mimpi." Sontak Babi membalas: "Uraaaaa, semangat kawan! Kau memang bukan mimpinya dia. Cinta memang bikin patah!" "HAHAHAHHAAHHA." Babi dan Anjing tertawa terbahak-bahak. "Nona bilang untuk beta, kalau dia...

Legitimasi ‘Kekuasaan’ pada Kelompok Ekstremis

Satu hal yang sama yang beta perhatikan pada kerusuhan yang terjadi di India pada saat ini dengan kerusuhan yang terjadi berbagai tempat (Negara) lainnya adalah “ketika elit memberi ‘legitimasi’ maka kelompok ekstremis akan bertindak brutal, karena meanggap tindakannya dibenarkan.” Bebera Minggu lalu beta menonton dokumentasi dari Vice tentang How Hindu Nationalism Threatens India’s Muslims ( https://www.youtube.com/watch?v=BMqkG6VMn4o ), dan setelah selesai menontonnya beta merasakan rasa resah yang luar biasa, akhirnya keresahan itu terjadi pada peristiwa kerusuhan di salah satu kota di India beberapa saat yang lalu. Setiap orang yang mempelajari genosida di Rwanda pasti paham betul peran penting oknum militer dan oknum pemerintah (elit) dalam memuluskan upaya genosida Rwanda yang mengakibatkan hampir 1 juta orang mati. Hal yang sama pun terjadi Ambon, ketika oknum pemerintah dan oknum militer ‘membiarkan’; para jihadis ekstremis ‘berlatih perang’ di depan Kantor DPR RI; dan ...