Bercerita, Berpuisi Menderita lalu Bercahaya
Sewaktu itu, di Bukit Doa, Tomohon aku berjalan-jalan menyusuri hutan di awal jalan masuk tertulis: Harap Tenang jadi, untuk kamu jangan buru-buru Jangan cemas-cemas, mari tenang dulu lautan Banda kadang tenang, kadang juga senang, ketika gelombang datang di situ cara lautan menengankan biar jangan buru-bururehat sejenak, hela nafas sejenak lalu mari mulai berjalan menyusuri p e n d e r i t a a n menuju k e t e n a n g a n Jadi, kala itu, hutan sangat sunyi hanya derai daun dan burung-serangga menyanyi mari menyusuri, I Dia dijatuhi hukuman mati kabarnya untuk menyelamatkan manusia dari kuasa maut agar setiap manusia gembira karena begitu besar kasih-Nya memang wajah-Nya sedikit piluh sembari tangan-Nya dirantai II lalu, Dia kemudian memikul kayu berat - Kayu Selamat kayu ini ukurannya besar melebihi Dia tetapi dengan bertelangjang kaki dengan derita hakiki dia menuju perlahan-lahan demi kasih-Nya III Sayangnya, Dia lalu terjatuh piluh luka-lukanya memenuhi tubuh Kayu Selamat sungguh b...