Postingan

Kura Si Kusu

Keluarga Hira si kusu tinggal di hutan yang sangat besar dan lebat. Rumah mereka berada di sebuah pohon beringin besar. Di belakang rumah mereka ada pepohonan besar dan kecil yang biasa menjadi tempat bermain para Kusu. Kura, salah satu dari anak keluarga itu sangat senang bermain dan berlarian di antara pepohonan tersebut. Terkadang juga dia suka bermain enggo basambunyi. Suatu hari, Kura sedang asyik bermain pada pohon kuini yang sangat rindang. Dia berlarian dan bergelantungan dan sesekali mengambil buah kuini untuk dimakan. Karena terlalu asyik, Kura tidak menyadari kedatangan dari beberapa pemburu yang telah memperhatikannya dari tadi. Para pemburu itu bergerak perlahan-lahan dan mencari posisi untuk menembak Kura. Syukurlah saat itu datang Pak Hira untuk menengok Kura yang sedang bermain sehingga ia melihat bahaya yang mengancam anaknya. Pak Hira memberi isyarat kepada Kura untuk merangkak pelan-pelan ke arah belakang pohon. Kemudian ketika Kura sudah dekat, PaK Hira...

Di mana Sungai-Sungai Mengalir

"Haleluya." Sambut Muhammad. "Subhan Allah." Lanjut Simon Petrus. "Uppu suwe ite." Sahut Sidartha Gautama. "Om Swastyastu." Lanjut Datuk Datuk

Titip Salam

Titip salamku pada Tuhan Katakan padanya Aku bosan dengan dunia Dengan mereka yang mengaku beragama tanyakan padanNya mengapa pengikutmu menakuti aku dengan surga dan neraka? tanyakan padanya adakah agama dianut hanya karna surga dan neraka? Mereka pengikutMu bersuara saat sesama penganutnya menderita Tapi jika penganut yang lain menderita? Ahh, aku kasihan pada mereka Katakan pada Tuhan Enable Ginger Cannot connect to Ginger Check your internet connection or reload the browser Disable in this text field Edit Edit in Ginger Edit in Ginger × Enable Ginger Cannot connect to Ginger Check your internet connection or reload the browser Disable in this text field Edit Edit in Ginger Edit in Ginger ×

Rindu

Hari-hariku terasa begitu dekat denganmu Kau yang kurindu Yang melayani aku tanpa waktu - Abubu, 28/12/2017 Enable Ginger Cannot connect to Ginger Check your internet connection or reload the browser Disable in this text field Edit Edit in Ginger Edit in Ginger ×

Cita-Cita?

Prangg!” Sebuah gelas penuh kopi panas jatuh dari atas kursi, lalu pipi merah seorang bocah enam tahun tertampar tangan dari seorang perempuan tua yang sudah ompong giginya. Padahal Si Bocah hanya ingin membantu perempuan tua itu dan mungkin pada saat itu dia kurang berhati-hati. Tepat di tanggal 4 januari 2018 pipi bocah itu merah berbentuk jari tangan. Tepat di tanggal itu pula bocah itu berulang tahun yang keenam. Sungguh suatu pagi yang begitu pedih bagi hatinya dan sakit bagi pipinya. Di Pulau Nusa laut, Negeri Akoon, di bawah tebing bebatuan karang , aku menghabiskan hampir 17 jam bersama satu keluarga nelayan yang begitu bahkan terlalu sederhana. Memang keluarga itu masih mempunyai pertalian darah dengan aku, sehingga aku berkesempatan untuk menghabiskan waktuku dengan mereka. Keluarga itu terdiri dari seorang lelaki tua dan perempuan tua serta tiga orang anak lelaki dan dua orang anak perempuan. Salah satu dari anak-anak itu adalah Alvian , b ocah kecil, berambut ikal ...

Untuk Yang Merasa

menangis keras juga tak guna berteriak apa daya gadis-jaka di pinggir jalan raya jaka-gadis di pinggir jalan angan duduk merenungkan hidup hasil ciptaan Tuhan yang oleh Negara diwajibkan untuk percaya para gadis dan jaka merenung satu persatu mereka membuka baju dan celanannya sekarang mereka tanpa apa-apa lalu saling menatap lekuk tubuh indah mereka tanpa ketidakpedulian tanpa pembenaran tanpa membenarkan tanpa agama dan diri yang lainnya sekarang mereka tanpa apa-apa satu per Satur dari mereka mulai tertawa lalu menangis lalu marah lalu tenang dan merenung kembali tentang lekuk indah tubuh mereka tanpa apa-apa satu per satu mata mereka saling menatap dan bicara tanpa peduli genus mereka lalu di antara mereka nona, mata kita saling bertemu dan dipertemukan oleh yang dinamakan rasa mata kita saling menatap tanpa peduli apa-apa lalu aku terbuai oleh senyum dan tawamu nona yang membuat aku jatuh pada tuhanmu yang menciptakan...

Hijrahku

hijrahku adalah mencintaimu tidak sampai selamanya atau sampai mati tidak juga hanya pagi ini hijrahku tidak terikat pada ruang dan waktu dan juga rasa Enable Ginger Cannot connect to Ginger Check your internet connection or reload the browser Disable in this text field Edit Edit in Ginger Edit in Ginger ×

Nur Merayakan Natal & Magdalena Merayakan Ramadhan

“Apa sih tujuan kamu rayakan Ramadhan?” tanya Nur kepada Magdalena. Lalu Magdalena menjawab “Sebenarnya aku tuh rayakan Ramadhan tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.” ‘Ohh, berarti sama juga dengan aku. Aku rayakan Natal tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.” Kata Nur kepada Magdalena.  “sekarang kan hari Natal nih, banyak orang yang merayakannya dengan kembang api, dengan petasan, bahkan sampai mabuk-mabukan. Aku jadi bingung...” Kata Nur kembali kepada Magdalena. “Iya juga sih, kalau di hari Ramadhan juga ada orang yang merayakan seperti itu, aku jadi bingung apa sih tujuan mereka merayakan Ramadhan atau Natal sebenarnya?” Lalu ditengah kesunyian malam yang menerangi mereka berdua, terdengar suara Jangkrik yang bernyanyi mengikuti alunan alam. Enable Ginger Cannot connect to Ginger Check your internet connection or reload the browser Disable in this text field Edit Edit in Ginger Edit in Ginger ×

Seorang Penjual Diri Berbicara Dengan t(T)uhan

tuhan sebenarnya aku merasa tidak layak untuk berbicara denganmu hari ini aku menjual diri lagi pada mereka yang nafsi mataku terbuka wajahku tegap aku tidak mau tunduk aku tidak mau merendah aku tidak mau berlutut aku tidak mau menyentuh lantai dengan kepalaku atau bahkan bertapa karena jika engkau tuhan kau tahu segalanya maka kau tahu juga ketika tubuhku dibelai oleh para nafsi tubuhku dibelai orang yang bahkan aku tidak kenal tubuhku keji dengan tubuhku tuhan, satu yang paling aku benci adalah kata cinta dari mereka para nafsi aku tidak tahu tapi aku jijik dengan perkataan cinta aku mau muntah setiap kali mereka berkata demikian bibirku basah akan air mata ketika mereka mencoba membelainya tubuhku basah akan nafsu ketika malam tiba dan saat pagi merekah aku basah akan masa tuhan, aku berencana, insya allah, oh iya kukatakan insyaallah  karena begitu kata kitab suci  “apa pun yang kamu lakukan  dan mau harus dimulai dengan keh...

Rambu Merah Taure dan Satu Buah Permen

Ada sekelompok orang berdiri di depan gerbang Gong Perdamaian Ambon, di antara mereka ada seorang yang begitu menarik dipandang. Celananya berwarna coklat panjang, dia memakai high heels mungkin setinggi 7 cm. Bajunya juga berwarna coklat dengan begitu ketat. Saking ketatnya, perut, dada, dan bagian pahanya begitu menonjol dari belakang baju coklatnya tersebut. Dan beta tetap memperhatikan dengan begitu “ketat”. Panjang rambutnya hampir sampai di pinggul. Oh iya, rambutnya juga berwarna coklat “merah taure", kata orang Ambon. Dia lalu membuat bando dari pita berwarna merah putih dengan begitu manisnya. Lalu kita turun ke bagian wajahnya. Dia memakai bulu mata, entah anti apa, yang begitu menarik. Di pipinya tertempel bedak agak tebal, tak lupa juga lipstik merah menghiasi bibirnya. Di bagian lehernya tergambar tato yang membuat dia sedikit terlihat nakal, tapi tetap berakal. Beta juga tidak lupa tangan dan jari tanganya yang dihiasi dengan perhisaan yang menawan. Kemudian di...

Cadarku Ungkapan Cinta Pada Sang Pencipta

“Cadar hanya selembar kain yang menutupi sebagian wajah dan tidak nampak kekerasan di dalamnya." Memulai tulisan singkat ini, beta ingin mengajukan pertanyaan. Pertama, apa yang ada dalam pikiran kita ketika bertemu dan melihat seorang perempuan yang menggunakan cadar? Kedua, apa yang ada dalam pikiran kita ketika  mendengar tentang cinta? Setiap orang akan memberikan jawaban sesuai dengan apa yang pernah dia alami serta informasi apa yang dia terima sebelumnya tentang cinta maupun cadar. Mungkin ada orang yang mengalami hal buruk dengan “cinta” atau pun dengan “cadar” atau sebaliknya juga, ada yang mengalami peristiwa menarik dengan kedua hal tersebut. Maka hal penting pertama yang dapat dipelajari adalah pentingnya informasi yang kita terima tentang sesuatu, karena informasi tersebut yang akan mempengaruhi kita dalam memahami dan memaknai. Begitu pun dalam memahami dan memaknai tentang cadar dan juga c-i-n-t-a. Beberapa waktu lalu beta mendapat kesempatan menar...