Buru
#1
Pukul 23.36, dalam Fery menuju Namlea, tanpa teman. Beta tidak bisa tidur, kepala ingin pecah, ingatan perang mulai bermunculan. Bunyi mesin kapal seakan seperti bunyi kebakaran, atau kadang seperti tembakan. Sama halnya seperti ditinggalkan. Beta air mata tumpah sedikit. Beta ingin berteriak, dan menangis. Tapi beta takut membuat trauma anak kecil di samping beta. Lalu, beta pun tidak ingin menjadi buah bibir dan menjadi pusat perhatian orang-orang di Fery. Sebagian besar mereka semua sudar tidur. Beta tangan agak gemetar, dan kepala pusing, lalu mata ingin menangis. Beta tidak bisa tidur. apalagi karena beta sendirian. beta ingat ketika ke wansar dua kali, setidaknya ada teman, misalnya Iftin dan kaka Riyan. Beta ingin pegang tangan Iftin karena waktu itu dia juga pegang tangan saat dia pusing dan takut karena ombak. Sekarang giliran beta yang ketakutan bukan karena ombak atau gelombang, tapi ingatan-ingatan masa lalu. Kalau pun orang baca ini, pasti ada yang pikir beta berlebihan atau parahnya beta bikin-bikin, dan onosel karena beta sebut iftin. Tapi yah sudahlah. beta cape dengan ingatan-ingatan ini. beta ingin minum obat tidur, tapi efeknya 12 jam, dan akan buat beta tidur pulas. Beta takut tidak terjaga jika ada orang yang bisa ambil beta barang. jadi beta seng minum obat tidur. beta sebenarnya lebih memilih pegang mono tangan, atau setidaknya ada dia di samping. saat menulis ini pun beta menangis perlahan. tapi ya sudahlah. biarlah beta disiksa ingatan-ingatan perang, ditinggalkan, tidak dipedulikan, amarah, darah, bunyi tembakan, dan sebagainya. mama, beta bingung.
beta berusaha menghilangkan ingatan-ingatan tersebut setidaknya dengan dengar lagulagu rap timur, biar beta ingat yang lain. yah sudahlah memang beta begini sudah. ahh. beta rindu mono. beta seng mau perang lagi.
Pukul 00.38
beta belum tertidur. sebenarnya tadi (sekitaran jam 22) ada teman yang kirim pesan menanyakan tentang Australia dan kuliah. lalu beta mulai bercerita singkat tentang PTSD dan seterusnya. akhirnya beta pun tidak tertidur. seperti beta mau keluar untuk merokok saja. sapa tau bisa tenang setelah sebatang gundang garam merah. ahhh.
Ditulis pada Desember, 6, 2025
Komentar
Posting Komentar