#2Catatanpulih

Kemarin, ada seorang teman, Tamara Soukotta, yang mengirimkan surel, dan bilang: "sukacita adalah bentuk perlawanan dalam situasi tertekan." 

Pagi ini beta membuka hari dengan biasa saja, malahan mengulang rutinitas lama. Rutinitas yang tidak baik untuk beta hari, dan beta diri. Tapi begitulah kehidupan, belajar, belajar, salah, diajar, dihajar, belajar, belajar. Satu hal yang beta pelajari dalam perjalanan pulih adalah pentingnya rutinitas. Kita pulih dari rutinitas yang berubah. Kita terluka dari rutinitas yang tidak berubah. Rutin berarti sering. Sering berarti hampir selalu. Jika luka yang dirutinitasikan maka sering dan hampir selalu kita terluka. Sebaliknya, jika pulih yang dirutinitasikan, mak sering dan hampir selalu kita pulih. Pilih. Hidup merupakan bagian dari pilihan. Meski kadang pilihan diambil akibat paksaan, dari diri sendiri, maupun situasi dan orang-orang sekitar. Tapi, sama seperti kata Tamara di atas, bersukacita adalah bentuk perlawanan yang penting. Bukan berarti berpura-pura atau menghindari segala luka yang terjadi, tetapi sebaliknya, melawannya dengan suk dan cita. Jadi, bersukacitalah, dalam doa, dalam ampunan, dalam kerahiman, dalam pulih. hihihihi.

Terima kasih. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

hujan

Dari

Untuk Lirani