#3catatanpulih

Pada catatan ketiga ini, beta ingin membahas melepaskan, let it go, dan membasuh, wash away. Sepertinya melepaskan sesuatu itu sulit sekali. Mungkin karena ingatan itu terlalu kuat, sembari rasa pun dibuat karuan, kadang rindu, kadang haru. Beta mencintai harapan, yang dibangun dari pertemuan dan kata-kata yang menjadi percaya. Harapan akan manusia berakhir cinta. Harapan akan Allah berakhir kasih. Manusia sia-sia. Allah kekal selamanya. Cinta sia-sia. Kasih kekal selamanya.

Tapi karena cinta akan manusia, kita menderita. Karena kasih akan Allah, kita menderita. Cinta membuat bahagia, dan kata Gibran "menghilangkan dahaga." Kasih membuat suka cita, dan kata Paulus: "itu sabar, suka cita, kebaikan, kesabaran, pengendalian diri, lemah lembut, setia, kemurahan, dan damai sejahtera." Jadi, mau menderita untuk cinta atau kasih?

Dalam posisi sekarang, beta menderita karena cinta. Maka, beta melepaskan, letting go, cinta, dan dibasuh, washed away, karena kasih. Seperti kata Daud "bersukacitalah hai jiwaku. Sekali lagi, bersuka citalah." Lalu Paulus melanjutkan "bersukacitalah dalam penderitaan karena kasih."

Maka jiwaku bersukacita dalam kasih.


Ambon, 5 Desember 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

hujan

Dari

Untuk Lirani