Postingan

#9catatanpulih

 Jadi, hari ini beta belajar satu hal penting untuk pulih, yakni berhenti berbagai luka atau cemas. Tadi ada beberapa teman yang mengatakan "kaka stress terus." Hal ini juga sering dikatakan oleh semua orang lain, kecuali Dani. Itu pun Dani harus menanggung banyak beban karena beta. But anyway, she's doing alright, I hope and wish, pray for that. Jadi, dikarenakan segala beban trauma dan 'pikiran stress' beta belajar untuk tidak membagikannya. Atau setidaknya tidak usah bilang, "beta stress e." Tampkanya hal tersebut membuat orang lain pun terdampak. Jadi, beta gembira.

#8catatanpulih

 Catatan pulih kali ini beta mendapatkan satu hal yang sebenarnya sudah sering diingatkan, yakni, menerima saja tidak cukup, mengampuni juga perlu. Kita perlu mengampuni masa-masa lalu, mengampuni masa-masa sekarang, mengampuni masa-masa mendatang, mengampun diri sendiri, mengampuni yang melukai, mengampuni yang memburu, mengampuni yang juga jahat.  Jadi, beta mengampuni dan menerima beta seapadanya. 

#7catatanpulih

Beta rasa dua hari ini (13-14 Desember) beta menjadi lebih baik dalam menerima, dan belajar membasuh luka-luka ingatan-ingatan itu.

#7Catatanpulih

So, today I messed up. I hated the hell out of myself. I just felt shamed and guilty and all kinds of negativity. I was surrounded by trauma, brain fog, and hatred. Semalam, ada teman bertanya kabar tentang beta. Lalu beta berkabar tentang segala salah, trauma, PTSD, perang, dan rencana masa depan. Ini juga menjadi alasan beta merasa cape dan lelah. Sangat lelah. Karena saat bersamaan beta seng benar-benar bisa bersandar pada seseorang. Mungkin Tuhan mau supaya beta bersandar sepenuhnya. Tapi beta pun menjadi Kristen karena kolonialisme. Dan sekarang beta pun dijajah oleh diri sendiri.  Jadi di catatan pulih kali ini beta belajar hal terpenting, yang memang sudah beta pelajari berkali-kali, yakni: rutinitas malam, dan rutinitas pagi sama-sama berimbas pada sepanjang hari yang akan beta lalui. Lalu, beta pun harus hati-hati dalam merasa. Beta harus hati-hati dalam merasakan setiap kali ada orang yang bertanya apa saja. Karena dengan kondisi otak di-retraumatized beta harus menghadap...

Jika boleh...

 Jika boleh..  aku ingin duduk tenang  sendirian di cafe-cafe tanpa perlu memperhatikan sekitar dan mengamati setiap orang yang ada dan menganalisa setiap benda yang bisa dipakai jika sesekali perang terjadi kepalaku penuh dengan segala pertimbangan sama seperti saat perang 1999 terjadi jika boleh aku ingin hidup dan tumbuh di hutan-hutan dan lautan-lautan setiap pagi memancing,  setiap siang bertani setiap malam tidur di pantai menatap bintang-bintang dan menghirup aroma laut yang amis dan aroma sagu yang harum jika boleh.. aku tumbuh tanpa Kerusuhan Ambon, 11 Desember 2025 (di Sabite)

Jika boleh

Jika boleh ... aku mau tidur tanpa bermimpi buruk sembari wajahmu kulihat pada pagi dan pada malam ketika terbangun sesekali aku juga tidak ingin minum obat tidur ini lagi aku juga ingin tidur tanpa kekerasan tanpa air mata tanpa memikirkan hal-hal buruk tanpa teperangkap dalam ingatan-ingatan jahat tanpa bermimpi menjadi penjahat tapi tidak tanpa kamu, amor. Jika boleh... aku ingin punya anak-anak entah dengan siapa sebenarnya ingin denganmu aku ingin membesarkan anak-anak aku ingin jadi ama yang baik oh iya ama itu panggilan ayah dalam bahasa di Maluku Jadi aku ingin jadi ama  yang tenang saat anak menangis yang gembira saat anak-anak butuh ama  yang dipeluk saat pulang lelah aman yang jujur dan suka cita aku ingin punya itu lalu aku teringat: "Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarnnya, maka semua itu akan ditambahkan padamu." dan aku pun mencari Tuhan dalam jahat-jahatku aku bingung sembari pusing  mengapa Tuhan membiarkan luka-luka kualami saat aku tak berdaya seb...

#4-6CatatanPulih

Selama kurun 6 hari ini, beta menghabiskan tenaga di perjalanan Ambon - Namlea - Wansar- Namlea - Ambon. Perjalanan ini memakan tenaga dan pikiran karena banyak hal. Tambang ilegal, sungai tercemar, masyarakat adat yang menjual tanah, ketimpangan sosial, diskriminasi adat, hilangnya identitas adat, pendidikan tertinggal, dan masih banyak lagi. Tampaknya rasa pulih sulit didapatkan karena segala kejahatan, dan benih-benih jahat. Semalam beta kembali ke lorong gelap. Mengikuti rasa amarah hasrat egoisme otak. Beta membiarkan tubuh dikoyak-koyak dosa, dan amarah. Beta biarkan tubuh menjadi bara tempat api dosa tumbuh. Beta menjadi layu, dan berharap agar tubuh menjadi mati, sembari berjalan menuju Buru dan kembali lagi ke Ambon. Ini menjengkelkan.  Lalu, dari pengalaman tersebut beta belajar pulih adalah menerima segala keadaan, dan berjalan lagi. Pulih tidak membuat kita berhenti, sebaliknya bertumbuh dari segala salah yang terjadi. Segala mati yang terjadi. Segala bangkit yang beta ...

#3catatanpulih

Pada catatan ketiga ini, beta ingin membahas melepaskan, let it go, dan membasuh, wash away. Sepertinya melepaskan sesuatu itu sulit sekali. Mungkin karena ingatan itu terlalu kuat, sembari rasa pun dibuat karuan, kadang rindu, kadang haru. Beta mencintai harapan, yang dibangun dari pertemuan dan kata-kata yang menjadi percaya. Harapan akan manusia berakhir cinta. Harapan akan Allah berakhir kasih. Manusia sia-sia. Allah kekal selamanya. Cinta sia-sia. Kasih kekal selamanya. Tapi karena cinta akan manusia, kita menderita. Karena kasih akan Allah, kita menderita. Cinta membuat bahagia, dan kata Gibran "menghilangkan dahaga." Kasih membuat suka cita, dan kata Paulus: "itu sabar, suka cita, kebaikan, kesabaran, pengendalian diri, lemah lembut, setia, kemurahan, dan damai sejahtera." Jadi, mau menderita untuk cinta atau kasih? Dalam posisi sekarang, beta menderita karena cinta. Maka, beta melepaskan, letting go, cinta, dan dibasuh, washed away, karena kasih. Seperti kat...

Suka dan Cita

suka cita suka cita kata teman suka cita adalah melawan maka aku usaha suka cita suka cita 4 Desember 2025

#2Catatanpulih

Kemarin, ada seorang teman, Tamara Soukotta, yang mengirimkan surel, dan bilang: "sukacita adalah bentuk perlawanan dalam situasi tertekan."  Pagi ini beta membuka hari dengan biasa saja, malahan mengulang rutinitas lama. Rutinitas yang tidak baik untuk beta hari, dan beta diri. Tapi begitulah kehidupan, belajar, belajar, salah, diajar, dihajar, belajar, belajar. Satu hal yang beta pelajari dalam perjalanan pulih adalah pentingnya rutinitas. Kita pulih dari rutinitas yang berubah. Kita terluka dari rutinitas yang tidak berubah. Rutin berarti sering. Sering berarti hampir selalu. Jika luka yang dirutinitasikan maka sering dan hampir selalu kita terluka. Sebaliknya, jika pulih yang dirutinitasikan, mak sering dan hampir selalu kita pulih. Pilih. Hidup merupakan bagian dari pilihan. Meski kadang pilihan diambil akibat paksaan, dari diri sendiri, maupun situasi dan orang-orang sekitar. Tapi, sama seperti kata Tamara di atas, bersukacita adalah bentuk perlawanan yang penting. Buka...

Tak ada Rumah Tuhan

Tidak ada rumah Tuhan yang ada adalah rumah-rumah para penyembah Tuhan serta mereka yang menuhankan dirinya sendiri,  serta orang lain manusiawi Tuhan tidak punya rumah tapi sepertinya Dia rela tinggal di hati-hati yang mencari-Nya meski hati penuh dosa dan cela sepertinya Tuhan tetap mau tinggal bersama sepertinya Ambon, 3 Desember 2025

#1CatatanPulih

 Jadi beta ingin pulih dari semua luka-luka saat perang Ambon terjadi. Beta ingin pulih dari semua trauma-trauma masa-masa lampau ketika beta masih kecil. Beta menulis catatan ini sebagai langkah kecil, kecil sekali, untuk melalui perjalanan yang namanya pemulihan. Luka konflik, kekerasan emosional dan fisik, abandon, dan sebagainya, beta memilih untuk pulih. Ini tidak akan mudah, tetapi beta akan berjuang selagi beta masih kuat, untuk terus berjuang dan memulai berjalan kaki: pulih. Semangat :) ! Ambon, December 3, 2025 Sabite

Semalam, Sepagi

Semalam  aku jatuh dalam pekat dunia lalu kepalaku ingin pecah aku ingin mati saja sepagi aku terbangun dalam senduh lalu tulang-tulang tumbuh satu per satu aku ingin hidup saja di dalam lubuk hati aku merindukan senyuman manisnya ingin menyandarkan kepalaku pada bahunya aku mencintai dia Aku pun mencintai Dia Sahabat yang Setia Ambon, 2 Desember 2025

Sepertinya

sepertinya aku tidak bisa merasa apa-apa selain amarah, luka, kecewa, dan dendam sepertinya cinta, kasih, gembira, dan maaf bukan bagian dariku lagi waktu-waktu ini aku habiskan untuk belajar dendam bukannya mencintai bahkan aku kehilangan yang aku cintai AKU, diriku, dan kamu manisku Ambon, 28 Nov 2025 

Jadi

 Jadi begini aku mencintaimu sembari merindu meski kau terus menjauh menjaga jarak dariku sekaligus menutup diri dariku aku rindu padamu meski kadang hati terluka tapi cinta terus ada

Jika boleh

Aku ingin tidur di dekapmu sembari melihat langit biru dan terlelap senduh dan memeluk tubuhmu serta mengecup the birthmark mendengar dan merasakan detak jantungmu dan terlelap merasakannya aku mencintaimu sedalam-dalamnya dengan segala luka-luka yang kumiliki dengan segala bahagia dan gembira yang kumiliki dengan segala yang ada padaku aku ingin bertemu dan memeluk kamu aku ingin tetap hidup dan bertemu dengan mu "cupcake" I love you and never leave you today, tomorrow, tonight, this morning, this afternoon, this day today, tonight, tomorrow, this afternoon, this morning, next day so on 26 November, 2025 at the Gade

Di Tubuhku

Pada ku tumbuh rindu akan masa-masa manis  yang aku karang sendiri: imajinasikan aku rindu pada air-air yang mengalir seperti susu aku rindu pada air yang segar dari cadas di depan ku aku rindu padang rumput hijau tempat aku dibimbing lewati lembah dan haru aku rindu padamu tempat aku membasuh  membasuh air mata, membasuh luka darah, dibasuh darahmu di tubuhku, tak kasat mata, segala luka yang tersisa yang memberi bekas-bekas, tak kasat mata, tapi kasat akan rasa yang dipendam yang ditekan dalam diam dalam malam-malam sunyi dalam dekapan diri dalam amarah dalam luka dalam air mata dalam mata air dalam sedalam-dalamnya luka sesakit-sakitnya amarah darah disiram cuka seteriak-teriaknya berteriaklah "Maar TuangAlla" "Tolong beta" luka pono air mata balandong darah panas hati lemah "Bapa" Ambon, 24 November 2025

Sepertinya

Sepertinya kematian mendekat aku mendekat aku mati kakiku memijak hatiku diinjak amigdalaku tergoyak dikoyak oleh konflik perang, darah, kekerasan,  tangisan, hangus insan, hangus perasaan, hangus kemanusiaan, sepertinya kematian mendekat aku mendekat  aku mati sudah berkali-kali aku berupaya mati sudah berkali-kali aku berupaya mati sudah berkali-kali maut dikalahkan Lalu, aku ingin mati di tepi pantai tempat matamu dan matahari bertemu dan lesung pipimu ku kecup dan tubuhmu memeluk dan tubuhmu dibasuh air masing dan tubuhku dibasuh tangisku sepanjang hidup, setiap yang mencintai selalu pergi saat aku butuh di saat aku benar-benar sendiri  di saat aku di titik terendah satu-satunya yang tidak pergi yah hanya diriku sendiri memang ada Tuhan tapi yah sudahlah aku bukan Nabi, apalagi Mesias yah begitulah sebelum aku tiada aku ingin sekali lagi mengecup pipimu manisku Ambon 23 November 2025

Maybe the ocean isn't

I think maybe the ocean isn't fighting again I feel maybe the ocean is leaving me alone and may never come back again Someone said to me: "love always come back" But I am grieving and tortured with this feeling of pain I miss you I miss you I miss you may the ocean, the waves, the pacific waves menghantar rindu dan peluk-ku padamu di pelataran Andes Ambon, 23 November 2025

Being Me Now Is Painful

Being me now is not easy. After being re-traumatised with all the painful and horrific memories, they have now flooded into my brain. I have no idea who I am now. I have no idea what to do. I have no idea what to think. I have no idea what to feel. I am mad, terrified, sinful, depressed, bad, just an evil and wicked person that must be put in a bin. Fuck off, myself. My love left me, my mom does not understand me, my close friends told me I am an ego person, my mind told me you must vanish from this world because everything and anything I did, no one cares.  My Upuu told me: I love you and forgive you every day, be kind to yourself. 

Maybe

 Maybe the best way to love you is for me so stay alive and live and not killing myself  I do miss you and love you, amor Ambon, 20 Nov 2025
The most hard thing is, when I feel down, and you are not there anymore I am alone
 sometimes, loving yourself more than the person you love isn't easy You may leave her because of yourself probably, that's why love isn't happiness I do love her more than myself
 Today, tonight, last morning, during lunch, I do miss her but I don't know maybe love is not for me as people that loved  have left I am just sad I am not okay But okaylah That's life for me not to be loved or maybe to be loved but not together just alone from a distance but if you ever read this please know, amor I want you to stay I need you I am still surviving but I am afraid of the nightmares without you Ambon, 12 November 2025

I don't know

 Sometimes, it's tough just to sit and start working. My brain reminds me of the past of violence and abuse My brain trying her best to stop torturing myself with these memories Especially, after the one that I love should go Until now, I can't call her or even get a word from her It's really hurtful that someone who loves you had to go.  because she couldn't do any more we used to call every single day and send photos: smile, eyes, words,  or just flirting with each other we used to call at 9.30 am and pm 11.11 am and pm  we sent hopes to each other every moment but now it's empty My daily routines are weird I feel not only alone but unloved too at the same time I do wanna hit myself because I remember When I told her, "You are stubborn" Or when I manipulated her without even knowing it or just pushed her and fought her or just exploded at her or just pulled her with my words and eyes or just drank beer in front of her or just being uncontrolled because o...